Dosen Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta Miko Kamal, SH, LL.M, Ph.D menyelenggarakan peluncuran dan bedah bukunya yang berjudul Catatan Tata Kelola Kota Kritik dan Gagasan. Kegiatan ini bertempat di Aula Balirung Carakan Gedung B Kampu Proklamator I Universitas Bung Hatta, Rabu (11/10/2017).

Bedah buku ini dibuka secara resmi oleh Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah, SP dengan menhadirkan empat pembahas yaitu Nashrian Bahzein Pimpinan Redaksi Padang TV, Didi Wahyudi Syamsudin, SH, LL.M Praktisi Hukum dan Politik Nasional, Dr.Asrinaldi Pakar Ilmu Politik Universitas Andalas dengan moderator Syukri Umar.

Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah, SP mengapresiasi dengan terbitnya buku ini yang telah mencoba menuliskan dan menuangkan apa yang dilakukan terhadap kejadian dan peristiwa yang terjadi di Kota Padang. Ini buku pertama yang hadir berbicara tentang tata Kota Padang. Terpenting, pemimpin suatu kota harus taat terhadap hukum. Hal ini tertulis juga landasan hukum dalam buku ini.

“Buku ini memotivasi Kota Padang untuk tidak memiliki standar di Indonesia saja, tapi harus mendunia. Kota Padang ini merupakan kota penting di bagian barat Indoensia karena memiliki pelabuhan dan kota terbesar di barat pulau Sumatra. Buku ini menjadi masukan yang berharga tidak hanya mengkritiksi dan kemudian memberikan solusi saja, tapi juga dipraktikkan,” sebutnya.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Azwar Ananda, M.A, menyampaikan buku ini memberikan informasi dan gagasan dalam mengelola kota. Buku ini juga menjadi bagian yang terpenting bagi dunia pendidkan karena selama ini masih tertuju pada aspek intelektual, belum menyentuh aspek apeksi dan psikomotorik.

“Menyambut baik dengan peluncuran buku ini, sebagai akademisi dan praktisi Miko Kamal, SH, LL.M, Ph.D ini telah membuat karya yang dapat menjadi rujukan dan memberikan manfaat untuk pengembangan bagi Kota Padang dan dunia pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Dr. Zaitul, S.E., MBA, Akt sangat mendorong tiap dosen untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk buku. Kegiatan bedah buku ini sebagai tahap terakhi dari proses pembuatan buku. Dengan adanya buku ini dapat memberikan pencerahan bagi pemangku kepentingan lainnya terutama bagi Kota Padang. (**Ubay-Humas UBH)