Kerja sama internasional yang banyak digagas universitas giat diimplementasikan fakultas dan program pascasarjana di Universitas Bung Hatta. Kerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menghadirkan International Conference on Asset and Facility Management (ICASFAM) dan kerja sama dengan UTM dan Philipina menghasilkan Sustainable Initiatives Case Study in Malaysia Philippines and Indonesia (SIMPI).

“Kedua seminar internasional ini kita sambut dengan gembira. Semakin banyak kegiatan bersama berskala internasional yang kita laksanakan kampus proklamator tentu akan membawa dampak yang sangat baik bagi Universitas Bung Hatta secara umum dan program pascasarjana khususnya,” ujar Direktur Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta, Dr. Zaitul, S.E., MBA, Akt, Senin (02/10/2017).

Dr. Zaitul menyatakan pihaknya akan mendukung penuh kedua iven yang dilaksanakan oleh Dr. Bahrul Anif dan kawan-kawan. Seminar ini bakal berdampak luas. Secara akademik akan memacu tenaga pengajar untuk menghasilkan penelitian-penelitian terbaiknya agar bisa menghasilkan pengakuan bagus terhadap hasil kajian keilmuannya.

Zaitul menjelaskan, di Malaysia dan Philipina, sudah terbiasa untuk mengusulkan hasil kajiannya ke seminar internasional dan tembus ke jurnal internasional bereputasi. Hal baik ini akan menjadi pemacu bagi tenaga pengajar di Universitas Bung Hatta. Kalangan mahasiswa S1 apalagi S2 tentu akan merasakan suasana ini dan akan termotivasi pula melakukan penelitian sebaik-baiknya.

Banyaknya kajian, terlebih yang dilakukan bersama makin memudahkan hasil penelitian dosen Bung Hatta mendapatkan pembiayaan dari Kemenristekdikti atau lembaga lainnya. Peluang masuk ke jurnal internasional bereputasi bagus makin terbuka. Semua akan bermuara pada peningkatan kualitas perguruan tinggi.

ICASFAM dilaksanakan sekali dua tahun. Pelaksanaan di Universitas Bung Hatta ini merupakan seminar internasional keempat. Sementara Sementara SIMPI merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Bung Hatta, University Teknologi Malaysia dan Fast Eastern University. Seminar internasional yang multidisiplin ilmu ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya.

“Kedua seminar ini bersamaan harus diselenggarakan oleh Universitas Bung Hatta, makanya kami menggabungkan pelaksanaannya. Pembukaan, penutupan dan sejumlah pembahasan umum akan dilaksanakan bersamaan. Terlebih negara dan pesertanya sama,” ujar Ketua Panitia Pelaksana ICASFAM/SIMPI 2017, Dr. Bahrul Anif didampingi wakilnya, Dr. Robby Permata.

Keunggulannya, SIMPI diorganisir sebagai forum untuk mempromosikan inovasi-inovasi berkelanjutan di negara-negara anggota. Tak hanya itu, inovasi baru tersebut bakal didorong untuk memperbaiki layanan atau peningkatan bisnis yang menghasilkan masa depan bersama yang lebih baik.

Bahrul dan Robby bergantian menjelaskan teknis pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan pada 4-5 Oktober nanti. Seminar dilangsungkan di Pangeran Beach Hotel.

Mereka menyatakan 60 pemakalah telah ambil bagian pada seminar tersebut. Jumlah ini akan bertambah seiring meningkatnya jumlah paper yang dinyatakan lulus oleh selective committee. Seminar itu sendiri nantinya akan diikuti oleh 150 peserta. (**Humas UBH/Zul Singgalang)