Arsitektur

Visi, Misi dan Tujuan
Program Studi Magister Arsitektur

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS BUNG HATTA

 

 

Sekilas Program Studi Magister Arsitektur

Pendidikan arsitektur saat ini mengalami perubahan yang menuntut model pembelajaran yang lebih dinamis, multidisiplin dan fokus dalam menghasilkan lulusan yang memenuhi standar kompetensi yang diakui secara nasional, regional dan internasional.  Berkaitan dengan itu, Program Studi Magister Arsitektur, Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta berusaha untuk berkonstribusi dalam menghasilkan lulusan yang dapat menguasai kebaruan ilmu arsitektur dan teknik perancangan.
   
Penyelenggaraan Program Studi Magister Arsitektur dilaksanakan berdasarkan SK. Menteri Pendidikan Nasional cq. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No.2336/D/t/2008 dan diperpanjang dengan Izin Penyelenggaraan Program Studi No.8804/D/T/K-X.2011.
 
Maksud dari penyelenggaraan Program Studi Magister Arsitektur adalah untuk mempersiapkan secara akademik tenaga ahli professional yang memiliki kapasitas dan kemampuan yangtinggi dalam perencanaan dan perancangan lingkungan binaan ke depan.

 

 

Visi Program Studi

Menjadi Program Studi Magister Arsitektur yang Unggul,
Bermartabat Hatta dan Berkelas Dunia tahun 2042

 

Misi Program Studi


Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di bidang arsitektur secara terpadu, berkelanjutan yang berorientasi kepada nilai-nilai kearifan lokal, rasional/akademik dan agamis.

Melaksanakan penelitian di bidang arsitektur dengan menjunjung tinggi kebebasan ilmiah dan mendukung terciptanya penemuan-penemuan baru terutama dalam pengembangan arsitektur kedaerahan.

Melaksanakan pengabdian masyarakat dengan mengapikasikan ilmu arsitektur demi kesejahteraan umat manusia

 

Tujuan Program Studi


Menghasilkan lulusan yang mampu meningkatkan kemampuan diri dalam menguasai kebaruan ilmu arsitektur dan teknik perancangan

Menghasilkan penelitian dalam bidang arsitektur dalam lingkup lokal dan global.

Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mampu memecahkan berbagai masalah dibidang arsitektur dan lingkungan binaan

 DESKRIPSI MATA KULIAH
PROGRAM STUDI MAGISTER ARSITEKTUR


Perancangan Arsitektur     
(Architecture Design)
Pemahaman tentang teori dan perancangan arsitektur yang berhubungan dengan artikulasi bentuk dan ruang dalam arsitektur; wujud arsitektur yang di-implementasikan dalam hubungan bentuk, keteknikan dan fungsi; olah ragam bentuk geometric dengan mengapresiasikan elemen aditif dan atau substraktif berikut aplikasinya.
Pemahaman tentang teori dan perancangan arsitektur yang berhubungan dengan fisik bangunan, teknologi dan fungsi bangunan dalam kaitannya dengan kenyamanan bangunan; rancangan struktur, konstruksi dan engineering dalam desain; merancang secara arsitektural yang memenuhi criteria estetika dan persyaratan teknis peraturan bangunan.
 
Filsafat Ilmu
(Philosophy of Science)
 Mata kuliah ini akan membahas mengenai konsep dasar tentang filsafat ilmu, kedudukan, fokus, cakupan, tujuan dan fungsinya serta kaitannya dengan mata kuliah lainnya. Secara lebih rinci akan membahas mengenai: karakteristik filsafat ilmu serta jalinan fungsional antara ilmu, filsafat dan agama; sistematika, permasalahan, keragaman pendekatan dan paradigma (pola pikir) dalam pengkajian dan pengembangan ilmu pemerintahan dalam dimensi ontologis, epistomologis dan aksiologis; makna, implikasi dan implementasi filsafat ilmu sebagai landasan dalam rangka pengembangan keilmuan pemerintahan dengan penggunaan alternatif metodologi penelitian, baik pendekatan kuantitatif dan kualitatif, maupun perpaduan kedua-duanya.
 
Permasalahan Arsitektur
(Architecture Problems)
Perluasan wawasan dan pendalaman pemahaman tentang masalah-masalah pembangunan dan penataan fisik-spasial lingkungan binaan (perkotaan dan pedesaan) dari sudut pandang arsitektur: mampu mengidentifikasi dan menguraikan suatu permasalahan di bidang bangunan, arsitektur kota, perumahan dan permukiman, serta mampu merumuskan permasalahan spesifik lingkungan binaan tersebut yang memerlukan penelitia lebih lanjut untuk pemecahannya.

Arsitektur dan Lingkungan
        (Architecture and Environment)
Peran lingkungan dalam lingkup Arsitektur; Faktor-faktor lingkungan dalam desain; Pertimbangan ekologi dan aspek kota dalam desain; Peran lansekap, kawasan permukiman dan komersial dalam Arsitektur; Aplikasi desain berwawasan lingkungan (berikut penerapannya); Pertimbangan ekologis dalam desain perkotaan, bangunan permukiman, komersial, desain interior dan lansekap (neccessity of ecologic design; Ecologic design concepts strategies and process; Holistic EcologicArchitecture; Ecologic design guidelines).

Perancangan Arsitektur Lanjutan
        (Advanced Architecture Design)
Mata kuliah ini melatih kemampuan mahasiswa untuk mengidentifikasi tema atau isu tertentu dan menurunkan parameter dari tema dan isu tersebut. Mahasiswa akan dihadapkan pada suatu persoalan rancangan dimana mahasiswa diminta untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi dan merumuskan tema tertentu. Mata kuliah ini juga melatih merancang bangunan / kumpulan bangunan yang memberi penekanan pada nilai tambah  desain terhadap lingkungan  dan manusia serta memiliki aspek kebaruan dalam  desain.
 
Metodologi Penelitian Arsitektur
        (Research Method in Architecture)
 Kemampuan dalam menguasai prinsip/pendekatan penelitian (kualitatif dan kuatitatif) dengan filsafat ilmu yang mendasarinya, terutama yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan lingkungan binaan. Prosedur dimulai dari mengembangan ide penelitian, isu, perumusan masalah, pertanyaan penelitian, perumusan hipotesis, prosedur penelitian, pencarian data, penganalisaan dan pegambilan kesimpulan. Macam-macam metode penelitian dalam arsitektur, objek arsitektur, pengguna, teknik penyusunan kuesioner dan format wawancara. Tugas diberikan berupa proposal yang didiskusikan atau diseminarkan dalam kelas. 
 
Sosiologi Arsitektur
    (Sociology in Architecture)
 Mengenal kehidupan masyarakat kota beserta sosio arsitektur khususnya di kawasan urban, rural, dan transisi di Indonesia, memahami lambang-lambang budaya, asal mula, perkembangan atau evolusi kota dengan suatu penjelasan dan perbandingan kebudayaan dan kehidupan perkotaan.
Pokok bahasan meliputi:
Pengantar dan pemahaman tentang sosiologi arsitektur. Perspektif “human relation” antara sosiologi dalam arsitektur. Pemahaman dan kriteria tentang arsitektur serta keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat. Perkembangan dan evolusi lingkungan. Estetika lingkungan. Persepsi dan image arsitekyur ditinjau dari aspek sosial.

Evaluasi Purna Huni
        (Post Occupancy Evaluation)
Evaluasi purna huni (post occupancy evaluation) adalah proses evaluasi bangunan dengan sistem dan cara yang ketat setelah bangunan selesai dibangun dan dihuni selama beberapa waktu. Kegiatan ini fokus pada penghuni dan kebutuhan bangunan. Pengetahuan ini membentuk dasar kuat untuk menciptakan bangunan yang lebih baik di masa depan.
Konsep dari performa gedung adalah merupakan dasar filosofi dan dasar teoritis dari POE yang mencakup aspek perilaku, kualitas, dan sarana yang ada di dalamnya diukur dan dievaluasi secara seksama (Preiser, 1988:31). Konsep performa pada suatu bangunan menggunakan prinsip pengukuran, perbandingan, evaluasi, dan feedback. Hal-hal tersebut adalah bagian dari pendekatan sistematis untuk meningkatkan kualitas lingkungan suatu bangunan di mana di dalamnya temasuk variasi dari mekanisme yang ada untuk membuat suatu gedung lebih bersifat responsif terhadap fungsi yang diinginkan dan terhadap kebutuhan dari pengguna bangunan.

Etika Profesi
        (Professional Ethics)
Memberikan pengantar dan wawasan serta mendalami kode etik dan kaidah tata laku keprofesian di bidang arsitektur. Pada akhir kuliah setiap mahasiswa diharapkan sudah menguasai pemahaman lebih luas tentang profesi arsitek, etika profesi arsitek dan mengetahui berbagai aspek implementasinya pada praktik arsitektur. Mahasiswa juga diharapkan mengetahui hubungan antara pendidikan formal arsitektur di perguruan tinggi dan proses keprofesian selanjutnya untuk menjadi arsitek, baik itu yang sesuai dengan kesepakatan nasional ataupun internasional.
 
Pelestarian Pusaka
        (Heritage Conservation)
Mata kuliah ini membahas berbagai pengertian, konsep, prinsip dan teknik pelestarian bangunan dan lingkungan di kawasan pusaka.  Mata kuliah ini menjelaskan bahwa kegiatan pelestarian dapat berbentuk pembangunan atau pengembangan. Adapun upaya-upaya pelestarian yang dilakukan  dapat berupa upaya preservasi, restorasi, replikasi, rekopnstruksi, revitalisasi, dan/atau penggunaan untuk fungsi baru suatu pusaka sebagai aset masa lalu.Perlu ditekankan bahwa pelestarian  merupakan pula upaya pengelolaan perubahan, untuk kemudian menciptakan pusaka masa mendatang melalui karya-karya arsitektur maupun kawasan binaan yang berada di perkotaan maupun di pedesaan.

Sejarah, Teori dan Kritik Arsitektur
        (History, Theory and Criticism of Architecture)
Menguasai dan memahami kritik arsitektur sebagai penelitian ilmiah kualitatif arsitektur; sebagai pendekatan dan metoda ilmiah arsitektur; ragam-ragam metoda dan teori rancang arsitektur. Memutakhirkan pengetahuan perilaku sebagai konteks dan pendekatan dalam arsitektur. Mampu menunjukkan ketajaman apresiasi dan analisis permasalahan dalam eskplorasi rancangan, serta mMampu menunjukkan keserbacakupan tinjauan dari eksplorasi rancangan.
 
Pra Tesis dan Seminar
(Pre Thesis and Seminar)
Masalah dan pernyataan penelitian; Jenis dan tipe penelitian; Premis dan hipotesis; Konsep, variabel dan pengukurannya; Penelitian kualitatif dan kuantitatif; Penelitian obyek arsitektur; Penelitian subyek pengguna Arsitektur; Teknik penyusunan kuesioner; Teknik penyusunan format wawancara; Teknik analisa data kuatitaif; Teknik analisa data kualitatif.
 
Tektonika Arsitektur
    (Architecture Tectonic)
Pengetahuan dan pembelajaran tektonika yang berkaitan dengan seni mengolah struktur, konstruksi dan material dapat merupakan jembatan penghubung yang harmonis antara struktur dan konstruksi sebagai teknologi dengan penciptaan ruang dan bentuk arsitektur. Didalam tektonika terjadi intergrasi antara struktur dan konstruksi dengan arsitektur. Bentuk-bentuk hasil tektonika merupakan ungkapan dari suatu nilai, kaya akan makna. Strategi dalam pengajaran tektonika adalah pemberian contoh-contoh, uji coba dan latihan untuk mendesain secara terpadu. Oleh karena itu dengan belajar tektonika dalam pengajaran struktur di arsitektur diharapkan mahasiswa arsitektur dapat lebih berinovasi mengolah bentuk berdasarkan pengertian dan pemahaman yang benar terhadap sistem struktur dan metoda konstruksi serta mampu mengembangkannya, sehingga menghasilkan rancangan bangunan yang menampilkan ekspresi bentuk yang beragam.
 
Arsitektur dan Perencanaan Kota
    (Architecture and Town Planning)
Seluk beluk “urban design” (produk desain, aktor, peran Arsitek, bidang keahlian terkait); Pemaparan ragam metoda dan proses desain arsitektur sebagai prasyarat pemahaman desain kota; Pengertian umum kota sebagai obyek desain; Komponen “urban design “ dan keterkaitannya; Peran metoda dan proses desain dalam ragam obyek bagian/lingkungan kota; Peraturan dan implikasi desain; Desain dan implikasi peraturan; Intensi spatial dan fungsi dalam metoda dan proses; Town/Cityscape dalam estetika Arsitektur.

Pembangunan Pedesaan/Nagari
        (Rural / Nagari Development)
Kuliah ini menjelaskan permasalahan dan karakteristik perdesaan/nagari, perspektif dan pendekatan pembangunan perdesaan/nagai serta berbagai isu tentang perdesaan, perencanaan dan pembangunan. Lingkup kajian mata kuliah ini  memberikan pemahaman terhadap berbagai aspek terkait pembangunan pedesaan / nagari seperti karakteristik sosial-budaya dan sosial-ekonomi perdesaan; pemahaman tentang pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia perdesaan; kebijaksanaan pembangunan perdesaan; perencanaan tata ruang dan tata desa; serta proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan desa.
 
Perilaku Dalam Arsitektur
        (Behavior in Architecture)
 Memberikan pengetahuan teori dasar untuk pendekatan studi hubungan lingkungan dan perilaku dalam kajian teori dan karya perancangan arsitektur perilaku. Mampu memahami teori dasar sebagai pendekatan studi hubungan lingkungan dan perilaku dalam arsitektur perilaku. Proses psikologis hubungan manusia dan lingkungan (arsitektur) serta terjadinya peilaku keruangan manusia (human spatial behavior). Bahavior setting sebagai unit analisis dan perancangan lingkungan (arsitektur).

 

 

Copyright © 2018 Pustikom Universitas Bung hatta